KUBU RAYA, SP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya terus mempercepat realisasi program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, menegaskan bahwa kebutuhan akan hunian layak di wilayahnya masih cukup tinggi, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan terbatas. Oleh karena itu, percepatan program MBR menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, penyediaan rumah layak huni tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pengembang perumahan, serta sektor perbankan. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan masyarakat dapat mengakses hunian dengan harga terjangkau melalui berbagai skema pembiayaan yang tersedia.
“Program ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi bagaimana menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat. Rumah yang layak akan berdampak langsung terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menyampaikan bahwa dalam upaya percepatan, Pemkab Kubu Raya melakukan berbagai langkah konkret, di antaranya penyederhanaan proses perizinan bagi pengembang, penyediaan lahan yang sesuai dengan rencana tata ruang, serta percepatan administrasi pembangunan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan program bantuan dari pemerintah pusat, seperti subsidi perumahan dan kemudahan pembiayaan kredit.
Ia pun mendorong keterlibatan pengembang lokal terus diperkuat guna meningkatkan jumlah pembangunan unit rumah setiap tahunnya.
“Harapannya, dengan meningkatnya partisipasi pengembang, target pembangunan rumah MBR dapat tercapai lebih cepat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah,” pungkasnya.
Ia menambahkan, dari sisi kualitas, pemerintah daerah memastikan setiap unit rumah yang dibangun memenuhi standar kelayakan. Pengawasan dilakukan secara ketat, mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan, termasuk penyediaan fasilitas dasar seperti akses air bersih, sanitasi, dan infrastruktur pendukung lainnya.
Di sisi lain, Pemkab Kubu Raya juga terus melakukan pendataan dan verifikasi calon penerima manfaat agar program ini benar-benar tepat sasaran. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, diharapkan tidak terjadi tumpang tindih atau penyalahgunaan bantuan.
“Kita dari pemerintah daerah optimistis percepatan program MBR akan memberikan dampak signifikan, tidak hanya dalam mengurangi backlog perumahan, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” tegasnya.
Di sisi lapangan kerja, Sukiryanto meyakini program ini juga mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan sektor properti dan industri pendukung lainnya di Kubu Raya.
“Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemkab Kubu Raya berharap seluruh masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, dapat segera memiliki rumah layak huni dan menikmati kehidupan yang lebih sejahtera,” tutup Sukiryanto. (mar)